<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Reflectionmyself&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://reflectionmyself.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reflectionmyself.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 14:12:10 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='reflectionmyself.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2bdf993761eb9c0fb28d80d268e3fead?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Reflectionmyself&#039;s Blog</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://reflectionmyself.wordpress.com/osd.xml" title="Reflectionmyself&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://reflectionmyself.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Akhirnya &#8230;.</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2011/11/05/akhirnya/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2011/11/05/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 14:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatku....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Finnaly &#8230;. Akhirnya &#8230;.. Segala perenunganku akan hidup ini, tentang orang tua dan kakak-kakak ku mungkin harus segera kuberi kesimpulan. Kalau dari dulu sering aku bertanya dalam hati, kenapa aku tidak pernah bisa memiliki keluarga yg aku inginkan, punya ayah yang akan selalu kuingat bagaimana dia berjuang untuk anak-anaknya, seorang ayah yang akan selalu dengan &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2011/11/05/akhirnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=193&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Finnaly &#8230;.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2011/11/jpk.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-194" title="jpk" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2011/11/jpk.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Akhirnya &#8230;..</p>
<p style="text-align:left;">Segala perenunganku akan hidup ini, tentang orang tua dan kakak-kakak ku mungkin harus segera kuberi kesimpulan. Kalau dari dulu sering aku bertanya dalam hati, kenapa aku tidak pernah bisa memiliki keluarga yg aku inginkan, punya ayah yang akan selalu kuingat bagaimana dia berjuang untuk anak-anaknya, seorang ayah yang akan selalu dengan bijak bisa memberikan pengertian dan kebaikkan dalam hidup anak-anaknya, seorang ayah yang bisa kubanggakan &#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-193"></span>Pada akhirnya&#8230; yah&#8230; harus kuakui&#8230; aku tak memiliki suatu kenangan masa kecil yang bisa kubanggakan bersama ayah &#8230;. walau kutahu beliau pasti sayang padaku &#8230; tapi buat apa kasih sayang yang tidak pernah diekspresikan&#8230; buat apa kasih sayang yang hanya tersimpan dalam hati &#8230; sementara dalam kenyataan yang kuterima hanya sifat yang keras tanpa kompromi dan sifat egois yang luar biasa &#8230; tapi pada akhirnya ku tetap mengampuni ayah &#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">Ketika kurenungkan, sikap kakak-kakakku &#8230; empat orang kakak, sebenarnya aku beruntung punya saudara kandung. Tetapi pada akhirnya, yang kutemukan adalah kenyataan, bahwa kami hanya pernah lahir dari satu rahim tak lebih dari itu, mereka tak pernah ada untukku&#8230;.. mereka punya hidup sendiri&#8230; tapi pada akhirnya ku tetap mengampuni kakak-kakakku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Finnaly , yang kumiliki di keluarga ini hanya seorang ibu yang tidak pernah meninggalkan aku di keadaan seperti apapun, Thank&#8217;s God&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Dan akhirnya &#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">Kusadari&#8230; kubisa percayai bahwa cintadan kasih sayang telah ada bagiku &#8230; Thanks&#8217;s for my husband, thank&#8217;s for my child &#8230; thank&#8217;s for everything &#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=193&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2011/11/05/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2011/11/jpk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jpk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menaburkan Kasih dan Kebaikan Lewat Tulisan</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/27/menaburkan-kasih-dan-kebaikan-lewat-tulisan/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/27/menaburkan-kasih-dan-kebaikan-lewat-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 15:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Seorang manusia adalah ciptaan Maha Sempurna, memiliki budi pekerti, Intelegensi yang luar biasa hebat  jika mendapat stimulus yang tepat. Di negeri ini, begitu banyak orang-orang pintar, orang-orang hebat, yang sanggup menciptakan hal-hal yang luar biasa. Banyak juga para penulis hebat yang mampu menuangkan pikiran-pikirannya dalam tulisan. Sesungguhnya sebuah tulisan sanggup merubah banyak hal dalam hidup &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/27/menaburkan-kasih-dan-kebaikan-lewat-tulisan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=170&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/ephesians4_32.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-172" title="ephesians4_32" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/ephesians4_32.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Seorang manusia adalah ciptaan Maha Sempurna, memiliki budi pekerti, Intelegensi yang luar biasa hebat  jika mendapat stimulus yang tepat. Di negeri ini, begitu banyak orang-orang pintar, orang-orang hebat, yang sanggup menciptakan hal-hal yang luar biasa. Banyak juga para penulis hebat yang mampu menuangkan pikiran-pikirannya dalam tulisan. Sesungguhnya sebuah tulisan sanggup merubah banyak hal dalam hidup kita daripada kata-kata yang diucapkan secara langsung. Saat membaca tulisan-tulisan seseorang, pasti akan ada suatu makna dan kesan yang akan tertinggal pada benak kita. Tulisan bisa menjadi sumber inspirasi, motivasi, penghiburan, pendamai tetapi tulisan juga bisa memicu konflik, kemarahan, pikiran kotor, menyesatkan keimanan orang lain.</p>
<p><span id="more-170"></span>Ketika kita sangat ingin kedamaian akan terjadi di dunia ini, sungguh kalau hanya dengan tenaga saja akan sulit mencapainya. Begitu banyak orang yang justru senang akan peperangan. Seandainya saja setiap orang mau mencoba menuliskan kata-kata penuh damai dan cinta dua kalimat saja dalam satu hari dan secara berantai menyampaikan ke semua orang yang dikenalnya, terus hingga ke seluruh dunia, mungkin kedamaian masih bisa kita coba usahakan untuk terjadi.</p>
<p>Menaburkan kasih dan kebaikan lewat tulisan kita, lewat kata hati kita&#8230;.</p>
<p>Seperti Kahlil Gibran, Mother Theresa, W.S Rendra, dlll..</p>
<p>Tetapi tetaplah usaha terbesar kita adalah melakukan semua kata-kata, tulisan-tulisan kita dalam hidup sehari-hari. Semoga kata-kata tidak sekedar hanya kata dan tulisan tetapi lebih penting adalah Pelaksanaan Kata-Kata.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=170&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/27/menaburkan-kasih-dan-kebaikan-lewat-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/ephesians4_32.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ephesians4_32</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GIGI GIGI YA YA YA</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/24/gigi-gigi-ya-ya-ya/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/24/gigi-gigi-ya-ya-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 14:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda tersenyum dalam sehari? Tentu jumlahnya lebih banyak dari Anda menyikat gigi. Senyum indah pastinya dilengkapi dengan gigi yang sehat. Untuk gigi putih dan sehat, simak dulu tips berikut. Pada dasarnya, warna gigi kita yang sesungguhnya adalah putih. Namun dengan banyaknya zat-zat makanan yang melewati gigi juga oleh faktor usia, &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/24/gigi-gigi-ya-ya-ya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=164&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/gigi-sehat.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-165" title="gigi sehat" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/gigi-sehat.jpg?w=133&#038;h=99" alt="" width="133" height="99" /></a>Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda tersenyum dalam sehari? Tentu jumlahnya lebih banyak dari Anda menyikat gigi. Senyum indah pastinya dilengkapi dengan gigi yang sehat. Untuk gigi putih dan sehat, simak dulu tips berikut. Pada dasarnya, warna gigi kita yang sesungguhnya adalah putih. Namun dengan banyaknya zat-zat makanan yang melewati gigi juga oleh faktor usia, sehingga warna gigi tak bisa bertahan putih selamanya. Itulah yang semestinya kita jaga. Jika Anda bermasalah dengan tampilan gigi, jangan khawatir karena sekarang ada banyak cara untuk mengobati dan mengatasinya. Kita simak saja bersama :</p>
<p><span id="more-164"></span>1. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak. Gunakan sedotan jika Anda   minum kopi,teh, minuman bersoda dan juga anggur merah. Dengan demikian, minuman tak mengenai gigi secara langsung. Minuman-minuman tersebut biasanya menjadipenyebab kerusakan gigi yang sangat kuat.<br />
2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai pemutih gigi alami.Contohnya buah dan sayuran. Bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk membersihkan gigi di antaranya apel, wortel dan seledri.<br />
3. Strawberry adalah buah pemutih gigi yang sangat spesial. Caranya mudah. Hancurkan saja strawberry kemudian tempelkan pada seluruh gigi Anda dengan menggunakan jari. Diamkan selama satu sampai dua menit. Setelah itu gosoklah gigi dengan menyeluruh sampai bersih.<br />
4. Sejumlah zat bisa melekat di gigi Anda dengan mudah. Oleh karena itu Anda harus mencegah terbentuknya noda gigi atau plak. Gunakan brokoli, daun selada atau bayam untuk mencegahnya. Sayur-sayuran itu terbukti sangat manjur untuk urusan mencegah noda gigi.<br />
5. Gunakan pasta gigi yang berperan sebagai pemutih. Biasanya model pasta gigi seperti ini banyak dijual di pasaran. Namun tentunya butuh waktu yang cukup lama dan perlakuan yang sangat intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang sebagian besar pasta gigi telah menggunakan enzim dan formula kimia sehingga Anda tak perlu ragu untuk mengkonsumsi pasta gigi berpemutih.<br />
6. Cara mudah dan sederhana untuk merawat gigi tetap putih adalah menggosok gigi tiga kali sehari dan setiap selesai makan. Namun hati-hati dalam menyikat gigi. Jangan terlalu keras karena itu malah bisa membuat gigi abrasi dan rusak. Lebih bagusnya gunakan sikat gigi elektrik dan atur waktu menyikat gigi selama dua menit.<br />
7. Yang termudah dan tercepat namun membutuhkan biaya lebih adalah dengan cara bleacbing atau pemutihan. Model perawatan gigi semacam ini banyak tersedia di klinik gigi dan klinik kecantikan. Perawatan semacam ini bisa bertahan selama dua hingga tiga tahun. Tapi tetap saja setelah di bleaching, Anda harus menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.</p>
<p>Ingin punya gigi, sehat dan putih juga kan? Tunggu apalagi. Senyum indah Anda telah menanti.</p>
<p>Banyak tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan gigi. Rasa yang khas dari dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan. Selain cengkih, ada juga sejumlah tanaman lain yang memiliki khasiat serupa. Cengkih ini memiliki sifat antiseptica (antikuman), carminativa (peluruh angin), rubefaciencia (memanaskan kulit), antispasmodica (menghilangkan kejang) dan analgesik (pati rasa).</p>
<p>Karenanya tanaman ini bisa digunakan untuk obat sakit gigi. Selain juga bisa untuk nyeri haid, rematik/pegal linu, masuk angin/mual bisa juga buat suara parau (serak) dan selesma, demikian seperti yang pernah dimuat di Kompas beberapa waktu lalu. Demikian pula dengan sirih. Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600 SM. Pada daunnya yang berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan ujung meruncing pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap. Di antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol.</p>
<p>Aroma khas dari daun dan minyak sirih itu karena kandungan chavicol tadi. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai lima kali lipat dari fenol biasa. Daun berukuran panjang 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain. Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua, sedangkan tanin relatif sama.</p>
<p>Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam sariawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S N, disebutkan daun yang merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan. Berikut ini ada beberapa ramuan lain pereda gangguan gigi yang dihimpun dari berbagai sumber.</p>
<p><strong>Kunyit</strong><br />
<em>Ramuan 1. Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga sakit mereda.</em></p>
<p><em>Ramuan 2. Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.</em></p>
<p><em>Ramuan 3. Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.</em></p>
<p><strong>Minyak kelapa<br />
</strong>Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas dalam minyak tersebut, lalu panaskan di atas api selama kurang lebih 2-3 menit. Setelah agak hangat, tempel dengan kapas pada bagian gigi yang berlubang.</p>
<p><strong>Biji cengkih</strong><br />
Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk halus hingga menjadi bubuk. Lalu, taburkan pada gigi yang sakit. Lakukan hingga sakit mereda.</p>
<p><strong>Getah pohon kamboja</strong><br />
Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun. Teteskan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak. Lakukan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat. Harap hati-hati, karena getah kamboja bisa merusak gigi yang sehat.</p>
<p><strong>Biji asam</strong><br />
Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tumbuk halus menjadi bubuk. Gosokkan bubuk tersebut pada bagian gigi yang hitam atau kuning. Lakukan hingga terjadi perubahan sesuai keinginan anda. (yz)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=164&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/11/24/gigi-gigi-ya-ya-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/11/gigi-sehat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gigi sehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALL ABOUT FEELING</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/09/07/all-about-feeling/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/09/07/all-about-feeling/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 05:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ngomong tentang perasaan manusia, maka yang akan terekam di benak kita adalah berbagai rasa hati. Sebagai manusia, kita memiliki rancangan yang begitu unik karena antar satu manusia dengan satu manusia yang lain punya kadar perasaan yang berbeda-beda. Ada orang yang begitu tinggi kadar rasa emosionalnya, atau ada yang begitu sabar, alias kadar amarahnya sangat &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/09/07/all-about-feeling/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=108&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/09/ayam-bertelur-gajah.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-157" title="ayam bertelur gajah" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/09/ayam-bertelur-gajah.jpeg?w=235&#038;h=215" alt="" width="235" height="215" /></a>Kalau ngomong tentang perasaan manusia, maka yang akan terekam di benak kita adalah berbagai rasa hati. Sebagai manusia, kita memiliki rancangan yang begitu unik karena antar satu manusia dengan satu manusia yang lain punya kadar perasaan yang berbeda-beda. Ada orang yang begitu tinggi kadar rasa emosionalnya, atau ada yang begitu sabar, alias kadar amarahnya sangat sedikit.</p>
<p>Sebenarnya menjalani hidup ini memang nggak mudah. Setiap hari adalah perjuangan dan penentuan pilihan, yang akan membawa kita pada suatu keadaan yang baik atau buruk. Melihat kondisi bangsa kita saat ini, tentu kita prihatin, semua sedang dalam kondisi yang begitu sulit, banyak masalah yang terjadi. Lihatlah betapa saat ini, rasa marah, benci, dendam sangat kental terasa di berbagai daerah. Membuat kekerasan, pembunuhan, begitu mudah terjadi. Belum lagi masalah-masalah ekonomi, begitu sulit mencari pekerjaan. Situasi negara yang kacau karena banyak demonstrasi menentang sikap pemerintah.</p>
<p>Entahlah apakah kesabaran adalah jawaban untuk semua masalah kita, karena kalau kita sabar adakalanya sebuah kesempatan akan hilang, tetapi ketika kita bersikap cepat dan reaktif ada hal-hal yang terlewatkan untuk kita pertimbangkan.</p>
<p>Mungkin bersikap mengalir seperti air akan membawa kita pada muara yang tepat. semoga&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=108&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/09/07/all-about-feeling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/09/ayam-bertelur-gajah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ayam bertelur gajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penculikan, Penganiayaan Anak mengapa mereka tega melakukan</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/06/15/penculikan-penganiayaan-anak-mengapa-mereka-tega-melakukan/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/06/15/penculikan-penganiayaan-anak-mengapa-mereka-tega-melakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 11:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatku....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Ya, mengapa ada orang-orang yang sanggup melakukan kekerasan kepada anak-anak. Penculikan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan sampai membunuh dengan memutilasi. Sungguh kenyataan yang sangat memprihatinkan sekaligus menyedihkan. Kasus demi kasus terjadi dengan akhir yang bahagia atau dramatis. Pertanyaan yang sungguh amat besar muncul di benak saya adalah orang-orang macam apa yang sanggup melakukan kejahatan kepada anak-anak yang &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/06/15/penculikan-penganiayaan-anak-mengapa-mereka-tega-melakukan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=151&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, mengapa ada orang-orang yang sanggup melakukan kekerasan kepada anak-anak. Penculikan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan sampai membunuh dengan memutilasi. Sungguh kenyataan yang sangat memprihatinkan sekaligus menyedihkan. Kasus demi kasus terjadi dengan akhir yang bahagia atau dramatis. Pertanyaan yang sungguh amat besar muncul di benak saya adalah orang-orang macam apa yang sanggup melakukan kejahatan kepada anak-anak yang jelas tidak punya kekuatan untuk melawan. Apakah sudah begitu banyak orang yang mengalami sakit jiwa, atau orang yang berdarah dingin. Bahkan dalam beberapa kasus didapati pelaku adalah orang yang dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Maka timbullah persepsi baru bahwa motif ekonomi bisa menjadi penyebab hal ini terjadi.</p>
<p>Begitu banyak contoh kasus yang terjadi, angka kekerasan terhadap anak di Indonesia dinilai sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Setidaknya 25 juta anak Indonesia pernah mengalami kekerasan.</p>
<p>Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Jumat (19/3/2010).  Ia memaparkan, berdasarkan hasil survei kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2006, secara nasional telah terjadi sekitar 2,81 juta tindak kekerasan dan sekitar 2,29 juta anak pernah menjadi korban kekerasan.</p>
<p>Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pertengahan 2009 tercatat jumlah anak di Indonesia sebanyak 85.146.600 atau 38,86 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 231.000.000 jiwa.</p>
<p>&#8220;Jika persentase kekerasan 2009 ini dianggap sama dengan 2006, yaitu 3,02 persen, berarti ada lebih kurang 25 juta anak yang pernah mendapat kekerasan. Dari data ini menunjukkan, kekerasan terhadap anak sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan sehingga perlu ada kebijakan pencegahan dan penanganan,&#8221; ungkap Linda.</p>
<p>Terkait dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2010 yang mengatur Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak, Jumat (19/3/2010) di Kementerian Pemberdayaan PPA, Jakarta Pusat.</p>
<p>Sebagai orang tua memang harus sangat memperhatikan keberadaan anak, sedang bersama siapa, atau sedang ada dimana. Karena dunia sedang menuju tahap dimana banyak orang mulai kehilangan rasa kemanusiaan.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/06/you-and-me.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-153" title="you and me" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/06/you-and-me.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=151&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/06/15/penculikan-penganiayaan-anak-mengapa-mereka-tega-melakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/06/you-and-me.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">you and me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HACHIKO MONOGATARI, Sebuah kenyataan di sudut Kemanusiaan</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/hachiko-monogatari-sebuah-kenyataan-di-sudut-kemanusiaan/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/hachiko-monogatari-sebuah-kenyataan-di-sudut-kemanusiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 06:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Hachiko Monogatari, sebuah nama untuk mahkluk yang Tuhan ciptakan hanya memiliki insting yang jelas jauh dari kehebatan nalar dan daya pikir seorang manusia. Ya&#8230; Hachiko Monogatari adalah nama untuk seekor anjing ras Akita Inu yang berasal dari Jepang. Kisah hidupnya memang mengharukan sekaligus seperti mempermalukan kita sebagai manusia. Hachiko sanggup dengan setia selama 9 tahun &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/hachiko-monogatari-sebuah-kenyataan-di-sudut-kemanusiaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=137&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hachiko Monogatari, sebuah nama untuk mahkluk yang Tuhan ciptakan hanya memiliki insting yang jelas jauh dari kehebatan nalar dan daya pikir seorang manusia. Ya&#8230; Hachiko Monogatari adalah nama untuk seekor anjing ras Akita Inu yang berasal dari Jepang. Kisah hidupnya memang mengharukan sekaligus seperti mempermalukan kita sebagai manusia. Hachiko sanggup dengan setia selama 9 tahun menunggu kepulangan majikannya yang telah meninggal di sebuah stasiun Kereta api di Jepang. Ku mengetahui film ini ketika adik meminjamkan DVD nya dan saat menonton kok jadi pengen nangis, sedih banget. Pemeran profesor itu adalah Richard Gere &#8230;. heu&#8230;. heu&#8230; tambah menginspirasi deh &#8230; enggak ding just kidding.. yang bikin terharu adalah pemeran Hachi dan Richard Gere menampilkan kedekatan dan keakraban yang kelihatannya deket banget. Yang kukagumi adalah sifat setia dari Hachi, tapi rata-rata seekor anjing pasti akan sangat sayang pada majikannya tapi kalo anjingnya pintar lho, ada juga yang ngga ngerti mana majikan mana maling pokoke kalo mau gigit ya gigit aja. Tapi yang mau kukupas adalah KESETIAAN SEEKOR ANJING BERNAMA HACHIKO kenapa seekor binatang bisa punya sikap sedemikian teguh, sedangkan kita manusia kok sekarang yang namanya setia itu sulit banget. Kisah selingkuh dan permesuman terjadi dimana-mana. Seharusnya kisah Hachiko menjadi sebuah pembelajaran bagi kita akan keluhuran budi pekerti tidak terbatas untuk manusia saja bahkan hewan saja bisa melakukannya.</p>
<p>Berikut ini kisah Hachiko Monogatari selengkapnya :</p>
<table style="height:801px;" width="490" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko_a_dogs_story2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-138" title="hachiko_a_dogs_story2" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko_a_dogs_story2.jpg?w=210&#038;h=300" alt="" width="210" height="300" /></a> <a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachi-movie-hachiko.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-139" title="Hachi http://teaser-trailer.com" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachi-movie-hachiko.jpg?w=209&#038;h=300" alt="" width="209" height="300" /></a><br />
Hachikō di usia senja ( Real Hachiko from Japan )<a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikoakitaken.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-140" title="hachikoakitaken" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikoakitaken.jpg?w=225&#038;h=117" alt="" width="225" height="117" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td width="85"><strong><a title="Spesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies">Spesies</a></strong></td>
<td><a title="Anjing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing">Anjing</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="85"><strong><a title="Ras hewan dan tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras_hewan_dan_tumbuhan">Ras</a></strong></td>
<td><a title="Akita Inu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akita_Inu">Akita Inu</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="85"><strong><a title="Jenis kelamin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis_kelamin">Jenis kelamin</a></strong></td>
<td><a title="Jantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jantan">Jantan</a></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Lahir</strong></td>
<td><a title="10 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November">10 November</a> <a title="1923" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1923">1923</a><br />
Dekat kota <a title="Ōdate, Akita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/%C5%8Cdate,_Akita">Ōdate</a>, <a title="Prefektur Akita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prefektur_Akita">Prefektur Akita</a></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Mati</strong></td>
<td><a title="8 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Maret">8 Maret</a> <a title="1935" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1935">1935</a> (umur 12 tahun)<br />
<a title="Shibuya, Tokyo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shibuya,_Tokyo">Shibuya, Tokyo</a></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Makam</strong></td>
<td><a title="Museum Sains Nasional Jepang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Museum_Sains_Nasional_Jepang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Museum Sains Nasional Jepang</a> di <a title="Ueno, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ueno,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ueno</a>, Tokyo.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pemilik</strong></td>
<td><a title="Hidesaburō Ueno (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidesabur%C5%8D_Ueno&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hidesaburō Ueno</a></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Warna</strong></td>
<td>Putih</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span id="more-137"></span>Hachikō</strong> (ハチ公 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><strong>?</strong></a></sup>) (<a title="10 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November">10 November</a> <a title="1923" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1923">1923</a>-<a title="8 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Maret">8 Maret</a> <a title="1935" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1935">1935</a>) adalah seekor <a title="Anjing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing">anjing</a> jantan jenis <a title="Akita Inu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akita_Inu">Akita Inu</a> kelahiran <a title="Ōdate, Akita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/%C5%8Cdate,_Akita">Ōdate</a>, <a title="Prefektur Akita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prefektur_Akita">Prefektur Akita</a>. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di <a title="Stasiun Shibuya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Shibuya">Stasiun Shibuya</a>, <a title="Tokyo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tokyo">Tokyo</a>.</p>
<p>Julukan baginya adalah <strong>Hachikō Anjing yang Setia</strong> (忠犬ハチ公 ,<em>Chūken Hachikō</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><strong>?</strong></a></sup>). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di <a title="Shibuya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shibuya">Shibuya</a>. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.</p>
<h2>Kisah hidup</h2>
<p>Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis <a title="Akita Inu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akita_Inu">Akita Inu</a>. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, <a title="14 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/14_Januari">14 Januari</a> <a title="1924" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1924">1924</a>. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di <a title="Stasiun Ueno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Ueno">Stasiun Ueno</a>, Tokyo.</p>
<p>Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor <a title="Hidesaburō Ueno (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidesabur%C5%8D_Ueno&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hidesaburō Ueno</a> yang mengajar ilmu pertanian di <a title="Universitas Kekaisaran Tokyo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Kekaisaran_Tokyo">Universitas Kekaisaran Tokyo</a>. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung <a title="Tokyo Department Store (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tokyo_Department_Store&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tokyo Department Store</a> sekarang.</p>
<p>Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.</p>
<p>Pada <a title="21 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Mei">21 Mei</a> <a title="1925" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925">1925</a>, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara <em>tsuya</em> (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari <a title="25 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Mei">25 Mei</a> <a title="1925" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925">1925</a>. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.</p>
<p>Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko <a title="Kimono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimono">kimono</a> di kawasan <a title="Nihonbashi, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nihonbashi,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nihonbashi</a>. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di <a title="Asakusa, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asakusa,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Asakusa</a>. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di <a title="Setayaga, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Setayaga,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Setayaga</a>. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.</p>
<p>Pada musim gugur <a title="1927" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1927">1927</a>, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan <a title="Tomigaya, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tomigaya,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tomigaya</a> yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.</p>
<p>Pada tahun <a title="1932" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1932">1932</a>, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian <a title="Tokyo Asahi Shimbun (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tokyo_Asahi_Shimbun&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tokyo Asahi Shimbun</a>, dan dimuat dengan judul <em>Itoshiya rōken monogatari</em> (&#8220;Kisah Anjing Tua yang Tercinta&#8221;). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran <em>kō</em> (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.</p>
<p>Sekitar tahun <a title="1933" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1933">1933</a>, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari <a title="1934" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1934">1934</a>, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), <a title="10 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_Maret">10 Maret</a> 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.</p>
<p>Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April <a title="1934" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1934">1934</a>, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada <a title="10 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_Mei">10 Mei</a> 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar <a title="Hirohito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hirohito">Hirohito</a> dan <a title="Permaisuri Kōjun (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Permaisuri_K%C5%8Djun&amp;action=edit&amp;redlink=1">Permaisuri Kōjun</a>.</p>
<p>Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal <a title="8 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Maret">8 Maret</a> <a title="1935" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1935">1935</a>, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, <a title="Sungai Shibuya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sungai_Shibuya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sungai Shibuya</a>. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan <a title="Otopsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otopsi">otopsi</a> diketahui penyebab kematiannya adalah <a title="Filariasis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filariasis">filariasis</a>.</p>
<p>Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di <a title="Pemakaman Aoyama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemakaman_Aoyama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pemakaman Aoyama</a>. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di <a title="Museum Nasional Ilmu Pengetahuan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Museum_Nasional_Ilmu_Pengetahuan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Museum Nasional Ilmu Pengetahuan</a>, <a title="Ueno, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ueno,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ueno</a>, Tokyo.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikostuffed.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-141" title="hachikostuffed" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikostuffed.jpg?w=216&#038;h=225" alt="" width="216" height="225" /></a></p>
<p><strong>Sebuah Opset Hachiko di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan di Tokyo</strong></p>
<p>Pada <a title="8 Juli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Juli">8 Juli</a> <a title="1935" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1935">1935</a>, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan <a title="Stasiun Ōdate (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stasiun_%C5%8Cdate&amp;action=edit&amp;redlink=1">Stasiun Ōdate</a>. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (<a title="1937" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1937">1937</a>), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah <em>On o wasureruna</em> (<em>Balas Budi Jangan Dilupakan</em>).</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/patung-hachiko-didepan-sta-shibuya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-142" title="patung hachiko didepan sta. Shibuya" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/patung-hachiko-didepan-sta-shibuya.jpg?w=180&#038;h=135" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<p><strong>Patung Hachiko di depan Stasiun Shibuya, Tokyo</strong></p>
<p>Pada tahun <a title="1944" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1944">1944</a>, di tengah berkecamuknya <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus <a title="1948" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1948">1948</a>. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.</p>
<p>Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei <a title="1989" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1989">1989</a>, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.</p>
<p>Film <em><a title="Hachikō Monogatari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hachik%C5%8D_Monogatari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hachikō Monogatari</a></em> karya sutradara <a title="Seijirō Kōyama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seijir%C5%8D_K%C5%8Dyama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Seijirō Kōyama</a> mulai diputar di Jepang, Oktober <a title="1987" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987">1987</a>. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan <a title="12 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Oktober">12 Oktober</a> <a title="2003" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2003">2003</a> di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi <a title="Nippon Television" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nippon_Television">Nippon Television</a> pada tahun <a title="2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006">2006</a>. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul <em>Densetsu no Akitaken Hachi</em> (<em>Legenda Hachi si Anjing Akita</em>). Pada tahun 2009 film <em><a title="Hachiko: A Dog's Story" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hachiko:_A_Dog%27s_Story">Hachiko: A Dog&#8217;s Story</a></em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hachik%C5%8D#cite_note-0">[1]</a></sup> karya sutradara <a title="Lasse Hallström (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lasse_Hallstr%C3%B6m&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lasse Hallström</a> mulai diputar dan dibintangi oleh <a title="Richard Gere" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Richard_Gere">Richard Gere</a> dan <a title="Joan Allen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joan_Allen">Joan Allen</a>.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko5.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-143" title="hachiko5" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko5.jpeg?w=226&#038;h=225" alt="" width="226" height="225" /></a> <a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko9561-266x4001.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-144" title="hachiko9561-266x400" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko9561-266x4001.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=137&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/hachiko-monogatari-sebuah-kenyataan-di-sudut-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko_a_dogs_story2.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">hachiko_a_dogs_story2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachi-movie-hachiko.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">Hachi http://teaser-trailer.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikoakitaken.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hachikoakitaken</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachikostuffed.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hachikostuffed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/patung-hachiko-didepan-sta-shibuya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">patung hachiko didepan sta. Shibuya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko5.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">hachiko5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/hachiko9561-266x4001.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">hachiko9561-266x400</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulitnya menjadi Orang Baik</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/sulitnya-menjadi-orang-baik/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/sulitnya-menjadi-orang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 05:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Sulitnya jadi orang baik di jaman sekarang, tapi rasanya sejak dulu ding. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, seperti yang kualami, aku berusaha menjadi orang yang positif. Tetapi setiap saat selalu ada kata-kata dan sikap-sikap yang menyakiti dari orang lain. Padahal ku udah berusaha jadi orang yang menjaga kata-kata dan sikap. Tetapi kenapa orang lain &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/sulitnya-menjadi-orang-baik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=129&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/95.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-130" title="95" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/95.gif?w=89&#038;h=44" alt="" width="89" height="44" /></a>Sulitnya jadi orang baik di jaman sekarang, tapi rasanya sejak dulu ding. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, seperti yang kualami, aku berusaha menjadi orang yang positif. Tetapi setiap saat selalu ada kata-kata dan sikap-sikap yang menyakiti dari orang lain. Padahal ku udah berusaha jadi orang yang menjaga kata-kata dan sikap. Tetapi kenapa orang lain tidak melakukan hal yang seperti itu. Kalau menuruti kata hati yang besar bukan hati kecil he he he pasti ku akan diam dan ngga ngajak ngomong orang tersebut alias MARAH. <a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/kucing-lg-meninju-ces.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-134" title="kucing lg meninju ces" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/kucing-lg-meninju-ces.gif?w=108&#038;h=87" alt="" width="108" height="87" /></a></p>
<p>Tapi ku sadari bahwa hal itu akan merugikan diriku, lebih baik aku mengadu pada TUHAN, kalo perlu sambil nangis ngelepasin kejengkelan dan rasa marah ini. Sulitnya jadi orang baik&#8230; yah sulit&#8230;. di dalam dunia yang penuh kejahatan dan rasa hati yang negatif ini sulitnya jadi orang baik.</p>
<p>Tapi ku belajar untuk mengampuni, dan meminta kekuatan pada TUHAN, supaya DIA yang membuat ku sanggup melewati setiap kerikil kehidupan ini. Bukankah lebih baik ku selalu bergembira dan bersukacita, sehingga berkat akan datang lebih mudah dalam hidupku.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif"><img title="bannana_guitar" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif?w=61&#038;h=56" alt="" width="61" height="56" /></a><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif"><img title="bannana_guitar" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif?w=61&#038;h=56" alt="" width="61" height="56" /></a>sehingga aku bisa jadi orang yang baik, <a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/doll_154.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-135" title="doll_154" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/doll_154.gif?w=48&#038;h=152" alt="" width="48" height="152" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=129&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/05/23/sulitnya-menjadi-orang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/95.gif" medium="image">
			<media:title type="html">95</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/kucing-lg-meninju-ces.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kucing lg meninju ces</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bannana_guitar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/bannana_guitar.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bannana_guitar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/05/doll_154.gif" medium="image">
			<media:title type="html">doll_154</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>In January</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/in-january/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/in-january/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 16:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Wise Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[The hands of time more every day, ticking away the hours and the minutes &#8211; indeed our whole lives are dominated by the clock. Perhaps at no other time do the hands of the clock become so meaningful than at New Year. when midnight signifies not just another day passing but the close of the &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/in-january/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=119&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>The hands of time more every day, ticking away the hours and the minutes &#8211; indeed our whole lives are dominated by the clock. Perhaps at no other time do the hands of the clock become so meaningful than at New Year. when midnight signifies not just another day passing but the close of the year.</em></p>
<p><em>It can be an emotional time, for it is then that the concept of time takes on a new meaning &#8211; time to remember, to reflect, even to laugh, perhaps shed a tear or two, as we look back, look forward  and wonder what a new year has in store for us. These words by author Minnie Louis Haskins seem appropriate :</em></p>
<p><em>&#8221; And I said to the man who stood at the gate of the year, &#8216; Give me a light that I may tread safely into the unknown.&#8217; And he replied, &#8216; Go out into the darkness and put your hand into the hand of God. That shall be to you better than light and safer than a known way.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em> </em></p>
<p><em></em>Tangan waktu lebih banyak setiap hari, berdetik menjauhkan  jam dan menit &#8211; memang seluruh kehidupan kita didominasi oleh waktu. Mungkin tidak setiap saat tangan waktu menjadi begitu bermakna daripada di Tahun Baru. Ketika tengah malam menandakan bukan sekadar melewati hari tetapi akhir tahun.<br />
Hal ini merupakan waktu yang emosional, karena kemudian bahwa konsep waktu mengambil makna baru &#8211; waktu untuk mengingat, untuk mencerminkan, bahkan untuk tertawa, mungkin meneteskan air mata , saat kita melihat ke belakang, dan melihat ke depan lalu bertanya-tanya apa yang disiapkan tahun yang baru untuk kita. Kata-kata seorang penulis Minnie Louis Haskins tampaknya tepat:</p>
<p>&#8220;Dan aku berkata kepada orang yang berdiri di gerbang tahun, &#8216;Beri aku cahaya agar aku bisa melangkah dengan aman ke yang tidak kuketahui.&#8221; Dan dia menjawab, &#8220;Pergilah ke dalam kegelapan dan letakkan tanganmu  pada tangan Tuhan. Itu akan lebih baik daripada cahaya dan lebih aman dari cara yang kaukenal. &#8220;</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/romans5_8.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-120" title="romans5_8" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/romans5_8.jpg?w=362&#038;h=240" alt="" width="362" height="240" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=119&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/in-january/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/romans5_8.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">romans5_8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Realita</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/sebuah-realita/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/sebuah-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 16:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatku....]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mencoba menulis dan mencoba mempublikasikan ke forum yang umum, ternyata disanalah kutemukan realita. Ya&#8230; sebuah kenyataan bahwa memang kita orang Indonesia sangat sulit menerima bahwa ada orang lain yang berbeda dari kita. Ternyata di forum nasional ini sifat kesukuan, agama masih menjadi jurang, walaupun banyak dari mereka menulis tentang kebersamaan, penghargaan terhadap orang lain. &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/sebuah-realita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=114&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mencoba menulis dan mencoba mempublikasikan ke forum yang umum, ternyata disanalah kutemukan realita. Ya&#8230; sebuah kenyataan bahwa memang kita orang Indonesia sangat sulit menerima bahwa ada orang lain yang berbeda dari kita. Ternyata di forum nasional ini sifat kesukuan, agama masih menjadi jurang, walaupun banyak dari mereka menulis tentang kebersamaan, penghargaan terhadap orang lain. Tetapi dalam kenyataan, ketika ada tulisan-tulisan yang mengusik kepercayaan mereka, kata-kata kasar dan menghina, mengancam segera terpublikasi. Bahkan ketika kucoba menulis komentar yang bernada untuk kebaikkan malah ditanggapi dengan artikel yang berkata halus tapi bernada kasar dan menghina, penuh filsafat tetapi sangat kasar dan sarkastik. Sempat 2 hari aku nggak enak hati, karena sungguh keinginan untuk menulis itu sangat besar. Tetapi artikel itu sungguh menohok kepercayaan diriku, apakah memang sungguh nggak pantas aku menulis tentang kebaikan, kenapa malah dituduh sok baik padahal busuk, ingin dipuji, bertopeng dll. Padahal ketika aku mulai banyak menulis tentang hal-hal yang positif, sungguh sering aku berpikir&#8230; berpikir ketika hendak melakukan segala sesuatu. Ku tak ingin jadi orang munafik, ku tak ingin hanya sekedar menulis tanpa aplikasi. Mulai saat ini, ku berhenti mengunjungi forum itu, walaupun sebenarnya sudah lama aku selalu setia mengunjunginya. Tetapi akan lebih baik aku menulis di rumahku yang damai ini&#8230; my reflectionmyself&#8230;&#8230; . Ku hanya berdoa pada Tuhan&#8230;. jadikanlah aku manusia yang baik seperti semua harapan-harapanku tentang kebaikkan yang sudah kutuliskan selama ini. God &#8230; you are my everything&#8230;..</p>
<p>Kusadari memang &#8230; orang yang tidak pernah mengenal Engkau&#8230; takkan mengerti arti kasih. Mungkin memang aku sudah jera keluar dari lingkaran Tuhan. Dan hari ini aktivitasku menulis kumpulan buku Sunday School ternyata banyak membawa ketenangan dalam hatiku. Thank&#8217;s God.</p>
<p>Satu impianku.. aku ingin bisa melukis&#8230; I love Painting&#8230;.</p>
<p>Semoga refleksi diriku akan semakin positif.</p>
<p><a href="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/isaiah25_1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-117" title="isaiah25_1" src="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/isaiah25_1.jpg?w=387&#038;h=225" alt="" width="387" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=114&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/24/sebuah-realita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reflectionmyself.files.wordpress.com/2010/04/isaiah25_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">isaiah25_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Palu untuk Kayu yang bengkok</title>
		<link>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/23/palu-untuk-kayu-yang-bengkok/</link>
		<comments>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/23/palu-untuk-kayu-yang-bengkok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 04:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reflectionmyself</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reflectionmyself.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Setelah banyak berkubang di negeri antah berantah, bergaul dengan banyak orang dengan berbagai karakter&#8230;. betapa leganya aku berada di rumah sendiri&#8230; mau nulis apa saja tak ada beban. Banyak hal yang kudapatkan bahwa betapa sulitnya menerima hal-hal yang tidak baik terjadi dalam hidup kita. Betapa sulitnya bersikap baik kepada orang yang jelas tidak suka kepada &#8230; <a href="http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/23/palu-untuk-kayu-yang-bengkok/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=111&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah banyak berkubang di negeri antah berantah, bergaul dengan banyak orang dengan berbagai karakter&#8230;. betapa leganya aku berada di rumah sendiri&#8230; mau nulis apa saja tak ada beban. Banyak hal yang kudapatkan bahwa betapa sulitnya menerima hal-hal yang tidak baik terjadi dalam hidup kita. Betapa sulitnya bersikap baik kepada orang yang jelas tidak suka kepada kita. Saat melihat ada sebuah kayu bengkok, banyak orang yang akan mengambil palu untuk meluruskannya, dipukul sekuat tenaga, bahkan karena tidak bisa lurus juga disulutlah api hingga akhirnya kayu bengkok itu hanya menjadi arang.</p>
<p>Sebenarnya apa sulitnya membuat kayu bengkok itu lurus kembali, mungkin kita perlu memakai pisau tajam mengikis perlahan-lahan bagian-bagian yang bengkok itu walaupun akhirnya kayu itu hanya tinggal sebesar ranting tetapi dia menjadi lurus dan bisa digunakan.</p>
<p>Ya&#8230; hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak lurus, dan banyak yang menyikapinya dengan keras, hingga yang terjadi adalah benturan-benturan keras yang berakibat kehancuran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reflectionmyself.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reflectionmyself.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reflectionmyself.wordpress.com&amp;blog=11110418&amp;post=111&amp;subd=reflectionmyself&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reflectionmyself.wordpress.com/2010/04/23/palu-untuk-kayu-yang-bengkok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdaefc2b9f87e545eea2b6e5f07bfc72?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reflectionmyself</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
