All about …. MONEY

Seringkali tanpa sadar ketika kita menjalani hidup ini, kita begitu terpengaruh pada kebendaan dan materi. Sehingga fokus hidup akhirnya terpusat pada bagaimana kita mendapatkan kebendaan dan materi sebagus dan sebanyak mungkin. Saya teringat seorang profesor di AS yang tiba-tiba ditengah hidup -nya yang sangat sempurna, karena memiliki keluarga yang hebat dan karier yang sedang dalam posisi puncak, tiba-tiba divonis menderita kanker yang sangat parah dimana pada akhirnya nanti seluruh tubuhnya akan mengalami kelumpuhan dan akhirnya kematian. Profesor tersebut bercerita tentang apa yang didapatnya dalam hidup ini, suatu ketika dia baru membeli sebuah mobil keluaran terbaru dan sangat mewah kalau orang lain tentu akan sangat menjaga jangan sampai ada noda di jok atau di bodi mobil tersebut, tetapi profesor ini membiarkan keponakannya duduk di mobilnya sambil makan coklat dan membawa mereka jalan-jalan , ketika di perjalanan ada salah satu keponakannya yang kelihatan diam menahan sesuatu, lalu profesor itu bertanya apa sebabnya, ternyata keponakannya itu ingin muntah. Dengan tenang profesor itu menyuruh keponakannya untuk muntah di jok mobilnya. Apa sebab Profesor itu begitu tenang, ternyata dia memiliki pandangan tersendiri tentang kebendaan dan materi dalam hidup ini baginya mobil itu hanya benda yang lebih diperhatikannya adalah bagiamana para keponakannya akan nyaman, dan bahwa hidup ini harus lebih dari segala benda dan materi yang kita miliki. Terlalu sering kita terikat pada segala benda dan materi yang kita miliki, sehingga tak lagi punya waktu untuk memaknai hidup ini dengan baik.

Banyak manusia mengalami perubahan perilaku, sikap dan hati ketika hidupnya dikelilingi oleh benda dan materi yang berlimpah. Dalam pandangan mereka, manusia lain tidak lagi memiliki arti segalanya dalam hidup mereka hanya tentang harta bendanya saja. Bahkan rasa belas kasih, norma, kebaikan akan terkikis habis oleh adanya harta benda itu. Bahkan hubungan saudara, anak, kakak, adik, ayah, ibu bisa hilang ketika seseorang meletakkan harta bendanya saja sebagai segala-galanya. Ini bukan sekedar kata-kata saja, sudah begitu banyak terjadi. Seorang istri yang menjadi lupa segalanya ketika memiliki suami kaya dan berkedudukan, sampai melakukan hal-hal negatif yang pada akhirnya membuat sang suami lalu bunuh diri karena tidak kuat menanggung keruwetan hidup rumah tangganya, dan parahnya sang istri malah seperti mendapatkan kemerdekaan dalam hidupnya ketika sang suami meninggal. Kelakuannya semakin menjadi-jadi, lupa saudara dan segalanya karena merasa bisa membeli dunia ini. Sementara anak-anaknya dididik dengan pola hidup yang konsumtif sehingga menjadi anak-anak yang sombong dan angkuh. Betapa dahsyat kerusakkan yang ditimbulkan dari memiliki banyak kekayaan, seperti pengusaha kaya yang akhirnya menyuap supaya kasus hukumnya dibebaskan, lagi-lagi uang menjadi jalan bagi kejahatan. Demikian juga bagi yang miskin harta benda, karena hatinya begitu ingin kaya maka ditempuhlah berbagai cara mulai dari menipu, mencuri, merampok, korupsi dll. Inilah dampak besar yang negatif ketika hidup ini kita serahkan kemudinya pada materi, atau uang sehingga tak lagi kita sendiri yang mengendalikan hidup tetapi uang, materi, harta.

Materi, uang, siapa yang tidak membutuhkannya dalam hidup ini ? semua pasti butuh. Tetapi hendaknya jangan kendali hidup kita adalah uang, kitalah yang mengendalikan uang, materi. Sehingga takkan sampai kita mendewakannya, tetapi lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki dengan cara halal dan memakainya untuk kebaikan. Karena dalam setiap berkat dalam hidup ini ada hak orang lain yang juga kita harus salurkan. Saya sungguh mengetahui rasanya ketika Tuhan mengijinkan harta kita lenyap tanpa sisa, seperti orang yang kena tsunami, gempa, kebakaran dll, hanya sepersekian detik habis semuanya. Oleh karena itu dalam kelebihan harta harus dibarengi dengan rendah hati dan rela berbagi, dan dalam kekurangan harus dibarengi dengan rasa syukur dan keuletan mencari nafkah dengan cara baik.

Sehingga tidak akan terjadi seseorang akan berubah sikap  ketika jalan hidupnya juga berubah, orang biasa jadi pejabat, miskin jadi kaya, atau kaya jadi miskin, pejabat jadi penjahat = narapidana. Hidup dengan sadar dan selalu berpikir bahwa segalanya ini akan tidak berarti lagi jika kita sudah ada dipanggil sang Pencipta kita. Kehidupan adalah sebuah perjalanan yang mempunyai akhir, tidak ada yang abadi.

Semoga yang memiliki kekuasaan dan kekuatan, akan menggunakannya untuk tujuan baik. Semoga yang telah memilih keputusan hidup yang salah, segera sadar dan membenahi diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s