PONDOK MERTUA INDAH

Saya yakin judul diatas akan sangat menarik, karena bagi yang pernah bermukim di tempat tersebut akan mempunyai beragam kisah ada yang manis dan tidak sedikit yang pahit.

Ya… PMI ( Pondok Mertua Indah ) banyak keluarga muda yang belum mapan akan lebih dahulu transit dulu di PMI… . Tinggal bersama mertua tentu bukan hal yang mudah, apalagi bagi seorang wanita. Karena secara otomatis seorang istri harus rela perhatian suami dibagi kepada mertua yang notabene ibu dari suami kita. Tentu tidak semudah kata-kata dalam menjalaninya sehari-hari, apalagi jika masih ada adik, ayah atau saudara yang lain. Mungkin  bagi yang tidak sanggup menjalaninya, akan menyebabkan sering timbul konflik dengan suami atau langsung dengan mertua. Situasi sulit harus selalu dihadapi dengan banyak menelan kata-kata, itu untuk meredam konflik. Tentu suami tidak akan rela apabila seorang istri komplain tentang mertua, saudara, adik dll… . Karena itu menurut saya apabila anda hendak tinggal di PMI, anda harus menyiapkan telingga, mata dan paling penting hati + perasaan dengan benteng 10 lapis paling tidak , ya demi stabilitas rumah tangga dan kedamaian di muka bumi.

Karena tidak bisa dipungkiri keberadaan seorang istri di rumah suaminya bersama mertua dan saudara-saudaranya ibarat sebuah lingkaran dimana kita berada di luar lingkaran tersebut dan mereka adalah sebuah keluarga inti yang kedatangan orang luar yang disebut menantu. Dan ikatan seorang anak dengan orang tua tentu lebih kental dibandingkan seorang istri dan suami karena tidak pernah bisa ikatan darah diputuskan. Selain itu faktor budaya, kebiasaan, prinsip hidup, pola pikir, cara pandang akan semakin memberikan warna dalam penyatuan atmosfer di dalam rumah.

Tentu sering seorang istri harus melakukan denial terhadap dirinya, berusaha mempositifkan situasi. Karena tidak bisa tidak suami akan lebih sering lebih mendengar kata-kata orang tuanya, bahkan tak jarang akan lebih cepat bergerak membantu orang tuanya tanpa menunda-nunda, sementara untuk anak istri mungkin lebih banyak menunda bahkan menolak. Akhirnya tentu orang tua menjadi prioritas, bahkan akan merasa bersalah saat pergi atau makan sesuatu tanpa mengajak mertua atau saudaranya, sementara seringkali mertua dan saudaranya fine-fine saja pergi atau makan sesuatu tanpa mengajak menantu dan cucunya. That’s real…. sering terjadi hal seperti ini.

Apabila kita meletakkan sikap pada sisi frontal tentu akan sering kecewa, selalu akan timbul dalam hati kenapa ketika kita yang sudah selalu memprioritaskan mereka tetapi dibalas dengan sikap-sikap sebaliknya. Karena itu untuk tinggal bersama mertua  dibutuhkan kedewasaan tingkat tinggi, mungkin yang harus tertanam kuat di benak kita adalah bagaimanapun kita adalah seorang pendatang baru bagi sebuah keluarga yang telah memiliki sikap hidup, kebiasaan, pandangan hidup yang berbeda dengan kita, dan kita akhirnya juga membentuk keluarga kecil dengan pandangan hidup yang berbeda di dalamnya. Hindari konflik dan sikap mengadu kepada suami, karena belum tentu ada feedback yang baik. Kesabaran dan kecuekkan rasanya bisa dijadikan benteng dalam berbagai hal, selain itu selalulah berdoa pada Tuhan supaya diberi kesanggupan untuk menerima segala hal.  Saat mengalami kekecewaan terhadap sikap yang tidak sesuai keinginan kita, berdiam dirilah, berdoa … keep silent… serahkan saja semua pada Tuhan dalam doa. Maka kekuatan dari Tuhan akan membuat hati kita sanggup menerima segala hal.

Karena sungguh sulit menyatukan prinsip hidup tanpa salah satu pihak menekan egonya dalam-dalam. Semoga anda yang sedang memutuskan tinggal di Pondok Mertua Indah akan mulai menyiapkan diri dan hati, sehingga tidak akan mengalami konflik dalam menjalaninya. SEMOGA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s