Be Good People or Bad People (Mantan orang baik atau Mantan Orang Jahat )

Apa yang terjadi di kehidupan ini memang sebuah misteri, kalo ada yang bilang semua sudah digariskan, sudah ditakdirkan ya mungkin saja. Tetapi bukankah kita memiliki akal budi yang merupakan pilihan yang diberikan oleh Tuhan. Kita bukan robot yang seperti sudah di program oleh penciptanya untuk melakukan hal yang sudah pasti. Kitalah penentu jalan hidup ini, dan Tuhan sebagai petunjuk.

Melihat begitu banyak kejadian akhir-akhir ini, memaksaku untuk merenung, betapa mudahnya kehidupan ini akan menjadi berubah arah saat kita mengambil suatu keputusan. Ya…. setiap hari adalah waktu-waktu untuk mengambil keputusan dalam hal apapun. Mengambil keputusan jam berapa mau makan, mau tidur, mau bekerja, mau mandi, mau nonton TV atau dengerin musik, mau ngerumpi atau mau browsing internet cari ilmu yang baik atau buruk… seluruh hidup ini berisi keputusan-keputusan yang nggak putus-putus. Dan satu kali keputusan yang salah kita ambil, maka kita akan menerima konsekwensi yaitu perubahan dalam hidup.Hal remeh saja, saat di jalan raya kita tak sengaja hampir ditabrak orang lain, keputusan detik itu

1. Kejar orang itu, maki-maki kalo perlu bogem mentah melayang

( Konsekwensinya : Berkelahi, luka-luka, tambah musuh , ada dendam dari orang lain = bahaya —> banyak kasus pembunuhan karena masalah sepele)

2. Sabar aja, langsung pulang —> bersyukur pada Tuhan masih selamat= trus bikin indomie goreng pedes sambil minum es jeruk dingin + dengerin musik slow yang adem — damainya dunia. 🙂 ha ha ha ha

Memang tidak mudah memutuskan segala sesuatu dalam hidup ini, tetapi melihat pengalaman begitu banyak orang dan pengalaman diri sendiri. Satu hal tanamkan di hati bahwa setiap keputusan harus berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

Seperti hari ini 11 Februari 2009 vonis Kasus Bapak Antasari dibacakan, memang memprihatinkan adanya kasus ini. Yang jelas ada yang mengambil satu keputusan yang salah entah siapa orangnya sehingga konsekwensinya muncul kasus ini. Satu Kasus dampaknya begitu besar merubah kehidupan banyak orang, banyak keluarga (dari korban dan tersangka) dan jelas dampak yang kurang baik. Prihatin… banget…. kepada keluarga korban dan tersangka.

Kalo kita berandai-andai : seandainya Rani tidak jadi Caddy dan tidak kenal Nasarudin, seandainya Bpk. Antasari tidak merasa diteror, seandainya Bpk. Antasari ngga kenal Sigit dan Williardi…… seandainya Nasarudin tidak memutuskan menikahi Rani, seandainya Pak Antasari ngga memutuskan ke rumah atau nelpon Sigit.

Yah… keputusan telah dibuat dan vonis hakim juga akan dijatuhkan.. konsekwensi suatu keputusan hidup harus diterima, so sad bener kasus ini untuk semua pihak. Seandainya hidup ini bisa di putar ulang dan bisa di edit pasti aku bantuin ngedit beneran.

Seperti Bapak Antasari, beliau adalah orang yang memiliki karir yang bagus banget jadi Jampidsus trus ketua KPK dan saya yakin semua itu diraih dengan tidak mudah semua pasti dari nol juga. Bapak Williardi juga punya karir yang bagus di kepolisian dan semua diraih juga dengan susah payah. Tapi tragis kalo harus berakhir dengan predikat mantan orang baik …. walaupun satu hal bahwa kebenaran yang ada ini kebenaran yang benar atau kebenaran yang salah. Kita berharap saja yang terbaik bagi semua pihak. Semoga yang memang salah akan dihukum tetapi jangan sampai orang yang tidak bersalah harus mendapatkan hukuman. Semoga keadilan masih tersisa di negeri ini.

Pembelajaran hidup sesungguhnya amatlah banyak, seperti kasus seorang remaja dari Sidoarjo yang lari bersama pacar facebooknya, keputusan lari, kabur bersama seorang laki-laki, konsekwensinya adalah masa depannya sudah rusak (ini juga karena pemberitaan yg gencar di Tv) seluruh Indonesia mengetahui kondisi remaja ini. Keputusan 1 detik merubah seluruh kehidupan kedua remaja tersebut. So Sad. Dampaknya akan terbawa sampai kapanpun dalam keseluruhan hidupnya. Semoga keluarga kedua remaja ini mampu berbuat yang positif sehingga masih ada hal-hal baik yang terselamatkan dalam kehidupan mereka berdua.

Begitu banyak keputusan salah merubah hal-hal baik, dan keputusan baik merubah hal-hal yang tidak baik. To be good People or bad people. Menjadi mantan orang baik atau mantan orang jahat. Hidup ini berisi pilihan, hukum sebab akibat,

Tak ada badai yang tidak akan reda, hanya saja keputusan apa yang kita ambil setelah badai itu reda, memperbaiki, membangun kembali atau duduk merenunginya tanpa berbuat apapun.

Setiap orang saat ini harus kembali kepada penunjuk jalan hidup kita yaitu Sang Pencipta Kita … Tuhan… mengambil keputusan seremeh apapun sertakan DIA. Sehingga kesalahan pengambilan keputusan bisa diminimalkan, bagaimanapun kita manusia yang sangat tidak sempurna. Saat kita hanya mengandalkan diri sendiri, kesalahan, kekhilafan akan sering terjadi.

Semoga keputusan yang terbaik saja yang akan anda putuskan mulai detik ini.

YES!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s