Kematian… misteri yang takkan terpecahkan

Ketika mengeja kata kematian, yang terbayang adalah suatu perpisahan yang berlaku untuk selamanya. Semua orang pasti akan miris hatinya saat harus mengalaminya, kehilangan orang-orang yang dicintai, dikenal dsb.

Sampai saat ini begitu banyak orang yang berusaha memaknai suatu bentuk realita kehidupan ini dengan berbagai cara. Para filsuf banyak menulis kematian dalam ilmu-ilmu filsafat, dan semua kitab suci milik agama-agama juga membahas hal ini.

Selalu akan terpikir dalam hati saya, mengapa harus ada kematian ? secara manusia pasti kita sangat tidak bisa menerimanya. Membayangkan seseorang yang kita sayangi, sahabat, saudara, orang tua, anak, suami tiba-tiba lenyap di telan bumi, tiba-tiba tidak bisa lagi bertemu, bercakap-cakap dengan mereka lagi…. aduh… sungguh sangat berat. Tiba-tiba orang yang biasanya ada, terlihat, terdengar suaranya, lenyap seperti bayangan.

Sampai saat ini, saya masih sering teringat teman-teman, saudara yang telah meninggal. Ada 3 orang teman saya yang masih muda, seorang teman ini saya kenal saat dia terjun di bidang pemuridan seorang wanita yang baik, lemah lembut dan baru saja2 bulan  melahirkan anaknya ketika suatu pagi di hari minggu ketika berboncengan dengan suami hendak ke gereja tiba-tiba ada sepeda motor lain yang dengan brutal melakukan tabrak lari sampai teman ini jatuh dan kepalanya terbentur pembatas jalan, hanya 1 minggu di RS dia mengalami pendarahan otak dan akhirnya meninggal…….dan seorang teman lagi dia adalah seorang guru yang memiliki anak yang masih kecil usia sekitar 6 tahun saat dia meninggal karena kanker payudara, seorang lagi adalah sahabat baikku dalam suka dan duka, dia harus meninggal saat impian akan keindahan hidup dicapainya…tinggal di sebuah negara yang indah yaitu Kanada memiliki keluarga kecil yang bahagia tetapi kanker dan tumor lagi-lagi merenggut semua itu. Kisah kematian yang juga sangat menyedihkan bagiku adalah saat 2 orang saudaraku meninggal, yang seorang adalah anak dari tante, kuingat dia adalah seorang wanita yang suka sekali makan bakso dll… sehingga badannya jadi gemuk banget… tetapi dia seorang yang baik, perhatian pada orang lain, ringan tangan, lucu… tetapi lagi-lagi Jantung Koroner merenggut hidupnya ditengah 2 tahun perkawinan dan keinginannya untuk punya anak. Dan satu orang lagi adalah Pamanku, dia meninggal dengan meninggalkan teka-teki atau tepatnya misteri. Pamanku ini seorang pejabat bank yang terpandang dengan jabatan yang sudah di puncak, dengan kekayaan yang berlimpah, memiliki anak-anak yang pintar dan cakep-cakep, istri yang smart dan cantik. Tetapi ternyata apa yang terlihat sempurna itu belum tentu didalamnya juga sempurna, hingga kini misteri kematiannya disimpan rapat-rapat oleh keluarganya. Ada yang bilang Pamanku ini takut kepada kehidupan, karena tak sanggup lagi menjalaninya… mungkinkah kendali hidup dan keluarga tak ada lagi ditangannya ?? entahlah sudah lebih dari 10 tahun kami kehilangan kontak karena masalah keluarga… dan saat baru 2 bulan kembali ada kontak tiba-tiba ada “tragedi” itu. Hanya satu hal yang pasti dalam hidup ini, bahwa ketika ada jalur-jalur yang salah yang terus kita lalui, maka tetap akan bermuara kepada suatu hal yang salah… jadi apapun itu suatu saat akan terbuka. Bukankah menanam pasti akan menuai…

Ketika memikirkan kehidupan dan kematian ini, terbersit dalam hati kenapa Tuhan tak mengijinkan manusia memegang sendiri tombol on/off hidupnya, saat kita sudah puas hidup, sudah melakukan apa yang harus dilakukan, maka tinggal mengontak Tuhan dan bilang ” Tuhan ambil nyawaku hari ini, karena aku telah puas hidup”… sehingga tak ada lagi bayi kecil yang meninggal, anak-anak yang sedang beranjak besar harus tiba-tiba berpisah selamanya dengan orang tua, atau orang-orang yang tiba-tiba tertabrak kendaraan di jalan raya, atau orang-orang yang tertimbun longsor, terkena gempa, tsunami, terkena flu babi, flu burung, demam berdarah atau tiba-tiba dibunuh oleh sesamanya. Sehingga tak ada tangis dan kesedihan, rasa hampa dan kosong yang begitu dalam di relung hati dan perasaan kita.

Ketika ada orang-orang yang meninggal, terutama yang masih kecil atau orang yang masih begitu muda yang masih sangat dibutuhkan oleh anaknya tetap ada rasa tidak terima dalam hatiku… walau tak mengenal mereka… tetap saja timbul tanya ”’ kenapa ”’ kenapa manusia harus merasakan perasaan yang menyakitkan ini. Walaupun waktu adalah obat, tetapi tetap kenangan dengan orang-orang yang telah pergi itu akan selalu terbayang. Seperti ketika keponakan kecilku Stevan William meninggal terkena Tumor Willem dalam ginjalnya… melihatnya pasrah ketika sumsum tulang belakangnya diambil… melihatnya di suntik…. baru berusia sekitar 3 tahun … dan akhirnya dia tak sanggup bertahan…. selalu akan ada detil sosok mereka semua dalam ingatan saya, lengkap dengan tawa, canda, obrolan dsb. Yang takkan terlupa adalah kenangan Becak Numplek (becak tumpah) dengan saudaraku yang gemuk itu, saya salah sih ketika mau naik malah menginjak pinggiran becak, akhirnya becak dan saudaraku yang gemuk itu tumpah ke jalan bersama dengan becaknya aduh…. sedihnya kalau ingat itu… ku takkan pernah bisa bertemu untuk selamanya… hiks..hiks… suatu perasaan yang sangat kubenci.

Begitu banyak orang yang harus mengalami kematian disaat mereka sangat ingin sekali hidup, sangat ingin sekali meneruskan langkahnya, sangat ingin menemani anak-anaknya, sangat ingin menemani keluarganya… tetapi harus mati, harus pergi, harus..harus. Sementara yang masih diberi hidup malah banyak yang dengan sengaja menekan tombol off dengan lancangnya tanpa permisi kepada Sang Pemilik Kehidupan yaitu Tuhan. Banyak yang melakukan BUNUH DIRI dengan alasan tidak sanggup lagi hidup karena banyak masalah! ironis….

Dijabarkan, dikaji, ditulis oleh orang paling pinter di dunia ini, tetap saja bagiku kematian adalah suatu misteri yang takkan pernah bisa kumengerti.

Hidup ini bagiku seperti sumbu dinamit, panjang atau pendeknya sumbu tidak akan sama untuk setiap orang. Tetapi apakah untuk orang-orang yang dibunuh dengan sengaja itu merupakan takdir, entahlah…. tapi menurutku hidup ini penuh dengan keputusan… maka ketika suatu saat ada yang salah memutuskan dalam tindakannya… bisa jadi dia sendiri yang memicu suatu peristiwa-peristiwa tragis dalam hidupnya. Tapi entahlah…. tetap semua yang terjadi dalam Kehidupan dan Kematian adalah misteri. Hanya ketika kita membiarkan Tuhan sebagai petunjuk hidup yang benar, maka rancangan dan petunjukNya takkan pernah membawa umatnya kepada kesengsaraan….. itu pasti.

One response to “Kematian… misteri yang takkan terpecahkan

  1. Dengan adanya kematian maka tergenapilah sebuah awal dari berakhirnya. Apakah sebuah awal itu LANGIT DAN BUMI YANG BARU karena langit dan bumi yang lama akan berakhir pada waktuNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s