Penculikan, Penganiayaan Anak mengapa mereka tega melakukan

Ya, mengapa ada orang-orang yang sanggup melakukan kekerasan kepada anak-anak. Penculikan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan sampai membunuh dengan memutilasi. Sungguh kenyataan yang sangat memprihatinkan sekaligus menyedihkan. Kasus demi kasus terjadi dengan akhir yang bahagia atau dramatis. Pertanyaan yang sungguh amat besar muncul di benak saya adalah orang-orang macam apa yang sanggup melakukan kejahatan kepada anak-anak yang jelas tidak punya kekuatan untuk melawan. Apakah sudah begitu banyak orang yang mengalami sakit jiwa, atau orang yang berdarah dingin. Bahkan dalam beberapa kasus didapati pelaku adalah orang yang dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Maka timbullah persepsi baru bahwa motif ekonomi bisa menjadi penyebab hal ini terjadi.

Begitu banyak contoh kasus yang terjadi, angka kekerasan terhadap anak di Indonesia dinilai sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Setidaknya 25 juta anak Indonesia pernah mengalami kekerasan.

Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Jumat (19/3/2010).  Ia memaparkan, berdasarkan hasil survei kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2006, secara nasional telah terjadi sekitar 2,81 juta tindak kekerasan dan sekitar 2,29 juta anak pernah menjadi korban kekerasan.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pertengahan 2009 tercatat jumlah anak di Indonesia sebanyak 85.146.600 atau 38,86 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 231.000.000 jiwa.

“Jika persentase kekerasan 2009 ini dianggap sama dengan 2006, yaitu 3,02 persen, berarti ada lebih kurang 25 juta anak yang pernah mendapat kekerasan. Dari data ini menunjukkan, kekerasan terhadap anak sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan sehingga perlu ada kebijakan pencegahan dan penanganan,” ungkap Linda.

Terkait dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2010 yang mengatur Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak, Jumat (19/3/2010) di Kementerian Pemberdayaan PPA, Jakarta Pusat.

Sebagai orang tua memang harus sangat memperhatikan keberadaan anak, sedang bersama siapa, atau sedang ada dimana. Karena dunia sedang menuju tahap dimana banyak orang mulai kehilangan rasa kemanusiaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s