Akhirnya ….

Finnaly ….

Akhirnya …..

Segala perenunganku akan hidup ini, tentang orang tua dan kakak-kakak ku mungkin harus segera kuberi kesimpulan. Kalau dari dulu sering aku bertanya dalam hati, kenapa aku tidak pernah bisa memiliki keluarga yg aku inginkan, punya ayah yang akan selalu kuingat bagaimana dia berjuang untuk anak-anaknya, seorang ayah yang akan selalu dengan bijak bisa memberikan pengertian dan kebaikkan dalam hidup anak-anaknya, seorang ayah yang bisa kubanggakan ……

Pada akhirnya… yah… harus kuakui… aku tak memiliki suatu kenangan masa kecil yang bisa kubanggakan bersama ayah …. walau kutahu beliau pasti sayang padaku … tapi buat apa kasih sayang yang tidak pernah diekspresikan… buat apa kasih sayang yang hanya tersimpan dalam hati … sementara dalam kenyataan yang kuterima hanya sifat yang keras tanpa kompromi dan sifat egois yang luar biasa … tapi pada akhirnya ku tetap mengampuni ayah ….

Ketika kurenungkan, sikap kakak-kakakku … empat orang kakak, sebenarnya aku beruntung punya saudara kandung. Tetapi pada akhirnya, yang kutemukan adalah kenyataan, bahwa kami hanya pernah lahir dari satu rahim tak lebih dari itu, mereka tak pernah ada untukku….. mereka punya hidup sendiri… tapi pada akhirnya ku tetap mengampuni kakak-kakakku…

Finnaly , yang kumiliki di keluarga ini hanya seorang ibu yang tidak pernah meninggalkan aku di keadaan seperti apapun, Thank’s God…

Dan akhirnya ….

Kusadari… kubisa percayai bahwa cintadan kasih sayang telah ada bagiku … Thanks’s for my husband, thank’s for my child … thank’s for everything ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s